Aku hanya ‘malaikat kecil’ yang terdampar;
Dengan sayap robek terkoar;
Terjatuh dengan raga tanpa sehelai cadar;
Aku bak kertas putih tanpa noda;
Lahir dari rahim seorang hawa;
Atas anugrah maha pencipta;
Tapi mengapa setelah dua abad melihat dunia;
Banjir kian menggenang dan membawa;
Semua budi yang tertanam di hati ibunda;
Tetap ada di dekatku , aku memohon;
Maafkan dosa dan khilafku, aku memohon ampun;
Karena di dasar lubuk hati;
Engkau sangat berarti;
Walau dunia tidak bernafas lagi;